Selasa, 29 November 2011

MANFAAT & ETIKA DARI SISTEM INFORMASI




·        Penggunaan Komputer di pasar Internasional
1. Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional (multinational corporation) atau
MNC adalah perusahaan yang beroperasi melintasi berbagai
produk, pasar dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk
dan anak-anak perusahaan. Anak-anak perusahaan tersebut
secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki tujuan,
kebijaksanaan dan prosedur tersendiri.
Istilah warisan administratif (administrative heritage)
digunakan untuk menggambarkan kondisi internal seperti asset
perusahaan, distribusi kekuasaan dalam struktur organisasi, budaya
perusahaan, dan gaya manajemen. Bagi MNC, lingkungan/eksternal
bersifat global. MNC merupakan sistem terbuka yang berusaha
meminimumkan ketidakpastian yang ditimbulkan lingkungan.
Ketidakpastian, adalah “perbedaan antara jumlah informasi yang
diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas dan jumlah informasi
yang telah dimiliki oleh organisasi”. MNC membuat sistem pengolah
informasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dari segi
pengaruh lingkungan dan warisan administratif.

2.Global Business Drivers
Daya yang mendorong sistem informasi global pertama adalah
keberhasilan economies of scale. Saat memulai penggunaan komputer
akan ada keuntungan-keuntungan yang tersedia. Keuntungankeuntungan
ini disebut global business drivers. Global business
drivers (GBD) adalah suatu entitas yang mengambil manfaat dari
economies of scale dan economies of scope, serta kemudian
memberikan kontribusi pada strategi bisnis global.
Dari survei pada 105 MNC di USA diidentifikasi ada 7 drivers :
a) sumberdaya manusia
b) operasi yang fleksibel
c) rasionalisasi operasi
d) pengurangan risiko
e) produk global
f) pasokan yang langka
g) pelanggan tingkat perusahaan.
Saran untuk menetapkan GBD :
· Analisis harus melibatkan eksekutif puncak perusahaan.
· Tingkat analisis seharusnya jangan terlalu tinggi. GBD yang
memiliki sasaran “distribusi global”, “citra perusahaan yang
menyatu”, “total quality management”, atau “wilayah Pasifik”
terlalu luas untuk digunakan.
· Analisis harus menyadari perbedaan-perbedaan yang ada dalam
perusahaan.
· Analisis harus menyadari perbedaan budaya yang ada antara satu
anak perusahaan dengan anak perusahaan yang lain.

·         Permasalahan dalam Menerapkan Sistem Informasi Global
MNC yang memulai suatu proyek untuk membuat GIS akan
menghadapi sejumlah permasalahan :
1) Kendala politis
- Pembatasan pembelian dan impor perangkat keras.
- Pembatasan pemrosesan data.
23
- Pembatasan komunikasi data.
Pembatasan komunikasi data yang paling umum adalah
pembatasan atas arus data dan lintas batas. Arus data lintas
batas (transborder data flow) atau TDF adalah perpindahan
machine-readable data melintasi perbatasan negara. TDF
dikelompokkan menjadi 4 jenis :
a) Data operasional, seperti data transaksi dalam SIA.
b) Data pribadi, yaitu data mengenai individu tertentu.
c) Transfer dana elektronika dari 1 negara ke negara lain.
d) Data teknik dan ilmiah.
2) Permasalahan teknologi, misalnya di tempat anak perusahaan
tidak tersedia cukup catu daya yang menyebabkan listrik sering
padam.
3) Kurangnya dukungan dari manajer anak perusahaan. Sering
manajer anak perusahaan sanggup menjalankan perusahaan
tanpa bantuan dan menganggap standar baru sebagai hal yang
tidak perlu.
3. Strategi Penerapan GIS
Jika suatu MNC mengikuti strategi multinasional
(desentralisasi), diperlukan sejumlah tim pengembangan, yang
bekerja di sejumlah anak perusahaan. Jika strategi global
(sentralisasi) yang diikuti, tim pengembangan GIS mengerjakan
sebagian besar tugasnya di perusahaan induk. Jika strategi
internasional (kombinasi sentralisasi dan desentralisasi) yang diikuti,
satu atau sejumlah tim pengembangan dapat bepergian dari
perusahaan induk ke anak-anak perusahaan. Dalam hal strategi
transnasional (integrasi), tim pengembangan menyertakan wakilwakil
dari perusahaan induk dan anak perusahaan.

·         Strategi Transnasional bagi Penerapan GIS
Karena strategi ini paling rumit, menyatukan seluruh MNC
menjadi suatu sistem yang bekerja lancar, strategi penerapannya
dapat menjadi model untuk menghindari kegagalan-kegagalan
potensial. Strategi ini berfokus pada sejumlah hal penting yang
berhubungan dengan GIS/business strategy linkage, sumberdaya
informasi, pembagian data internasional, dan lingkungan budaya.
· Menghubungkan GIS dengan strategi bisnis, tim pengembangan
harus :
1) Bekerjasama secara erat dengan eksekutif perusahaan untuk
memahami dampak potensial GIS pada strategi bisnis global.
2) Mengerti strategi bisnis global dari tiap unit bisnis.
24
3) Menentukan strategi GIS global yang sesuai untuk strategi
bisnis global tiap unit bisnis.
4) Menentukan tujuan dari tiap strategi GIS.
5) Mengidentifikasi aplikasi yang diperlukan untuk mencapai
strategi GIS dan menentukan prioritasnya.
6) Menugaskan orang-orang yang bertanggung jawab atas
penerapan aplikasi tersebut.
· Menentukan sumberdaya informasi, dalam menentukan
sumberdaya informasi – H/W, S/W, personil, data, informasi serta
fasilitas, tim pengembangan harus :
1) Menentukan jumlah dan lokasi pusat data regional.
2) Mengidentifikasi penjual yang dapat menyediakan produk dan
jasa bagi tiap anak perusahaan.
3) Membuat spesifikasi standar H/W dan S/W yang dapat
digunakan semua anak perusahaan.
4) Membuat rencana bagi satu atau beberapa unit penolong yang
membantu anak perusahaan 24 jam sehari, tujuh hari
seminggu.
5) Siap menghadapi keterlambatan penerapan yang tidak dialami
di negara perusahaan induk.
· Menyediakan pembagian data; pembuatan sistem pemakaian
bersama data (data sharing) mencakup beberapa tugas.
Tim pengembangan harus :
1) Mengembangkan suatu model data global yang mendukung
tujuan bisnis global.
2) Membentuk satu kelompok yang terdiri dari para wakil
perusahaan induk dan anak perusahaan untuk menetapkan
standar data yang akan diterapkan di seluruh MNC.
3) Meneliti peraturan berbagai negara untuk mengetahui berbagai
pembatasan atas pengolahan data dan telekomunikasi.
4) Berdasarkan penelitian tersebut, menentukan apakah data
akan dikirimkan melintasi batas negara atau memprosesnya di
negara tempat anak perusahaan.
5) Menerapkan database.
· Memperhatikan lingkungan budaya, untuk itu tim pengembangan
harus:
1) Menyadari perbedaan budaya yang ada di antara negaranegara
tempat anak perusahaan dan merumuskan pemecahan
yang dapat diterima oleh semua pihak.
2) Membuat survei atas keahlian para spesialis informasi yang
ada di anak perusahaan agar keahlian tersebut dapat
dipergunakan secara maksimal selama penerapan.
3) Menyediakan pelatihan dan pendidikan bagi anak perusahaan.
25
4) Membuat program-program formal yang mempersiapkan para
manajer perusahaan induk untuk bekerjasama dengan para
manajer anak perusahaan, dan sebaliknya.
· Peringatan, disadari bahwa tugas-tugas dan masalah-masalah di
atas bukanlah langkah-langkah yang selalu diikuti beruntun.

Sumber
http://www.smecda.com/e-book/SIM/Simbab4.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar